decodeK

yeneung jamak (예능 자막)

KataVariety showEditingInti

Acara varietas Korea menumpuk satu lapis teks lagi di atas omongan para pemainnya. Ukuran, warna, dan efeknya beda-beda, dan kadang teksnya malah nulis isi hati yang nggak diucapkan siapa pun.

Gaya ini ternyata masih muda. Sampai pertengahan 90-an, teks di acara varietas cuma buat menyebut nama bintang tamu atau alamat stasiun TV. Yang mengubah semuanya adalah Kim Young-hee, produser MBC. Waktu pelatihan di Jepang, dia lihat TV Jepang pakai teks sebagai alat komedi, lalu tahun 1995 dia bawa ke acara bernama TV Park. Reaksi awalnya? Protes penonton yang nanya apa mereka dianggap nggak bisa dengar, sampai timnya harus bikin surat pernyataan. Acaranya bubar dalam empat bulan, tapi sekitar tahun 2000 acara-acara lain mulai meniru, dan teks berubah dari aneh jadi wajib.

Puncaknya ada di Infinite Challenge. Member senyum canggung, langsung muncul satu baris ledekan di atasnya. Adegan diam dikasih suara hati. Teks efek suara menghantam layar. Katanya separuh tawa acara ini datang dari teksnya, dan beberapa masih beredar sebagai jjal sampai sekarang. Sebaliknya, varietas SBS sempat terkenal dengan teks sok keren yang bikin cringe. Dari komentar game di Running Man sampai celetukan kalem di atas keseharian sepi di I Live Alone, tiap channel dan tiap PD punya gaya teksnya sendiri.

Jadi, editan itu praktis anggota pemain tambahan. Ruang edit ikut nyeletuk, menentukan suasana, dan memilih siapa tokoh utamanya. Karena kuasanya besar, obrolan soal kuasa penulis dan editan setan selalu ikut nempel: teks bisa bikin ketegangan yang tadinya nggak ada atau menjadikan seseorang tokoh jahat. Teks juga jadi jalur penyebaran singkatan dan slang kayak kingbatda ke seluruh negeri.

Buat fans luar negeri, ini bagian paling susah. Ada terjemahan dialog, terus di atasnya ada teks dari tim produksi, jadi dua lapis yang harus diterjemahkan. Dan yang paling sering mengisi teks itu, kata tiruan bunyi dan bentuk, langsung hilang rasanya begitu diterjemahkan. Bagian inilah yang paling sering lolos dari penonton yang nonton pakai subtitle dan dari terjemahan otomatis. Acara varietas Jepang dan berbahasa Mandarin juga banyak pakai teks, tapi di luar Asia Timur jarang banget teks dipakai sebagai senjata komedi.