kaebung: character + 붕괴 (캐붕)
Singkatan dari kaerikteo bunggoe, alias karakter yang runtuh. Dipakai waktu tokoh tiba-tiba bertingkah beda dari kepribadian yang sudah dibangun lama, tanpa alasan yang masuk akal.
Ini versi Korea dari istilah OOC (out of character) di fandom berbahasa Inggris. Kae berasal dari kata Inggris character, sedangkan bung dari bunggoe, kata serapan Hanja yang artinya runtuh. Awalnya ini istilah fans manga, anime, dan novel web, tapi sekarang muncul tiap hari di forum drakor dan kolom komentar acara varietas.
Kenapa bisa terjadi? Yang paling sering, penulis lupa setting-nya sendiri selama serial yang panjang. Kalau cerita terlalu populer dan harus diperpanjang, tokoh lama dipaksa bergerak sampai rusak, dan pergantian tim produksi bisa mengubah seluruh logika sebuah karakter. Di drakor, istilah ini numpuk di bagian akhir. Kalau pemeran utama yang tadinya konsisten tiba-tiba kayak orang lain di episode-episode terakhir drama 16 episode, forum langsung panas, dan kira-kira separuh alasan paruh kedua drama bikin penonton terbelah ada di sini. Makanya istilah ini nempel ke drama seperti Twenty-Five Twenty-One, yang ending-nya bikin ribut besar dengan penonton. Di drama makjang yang sudah lama nggak peduli logika, kaebung malah jadi semacam aturan genre.
Acara varietas juga punya karakter. Di reality variety, tiap pemain dinikmati sebagai satu persona: gaya Lee Seo-jin yang suka ngedumel, kepiawaian Cha Seung-won memasak di Three Meals a Day, sampai citra heboh Jo Kwon. Begitu persona melekat, teks keterangan di layar terus mempertegasnya. Jadi saat ada yang bertingkah beda, penonton bilang kaebung, kadang senang, kadang agak kecewa. Running Man sering dijadikan contoh: beberapa kali ganti PD utama dan mundurnya member original Lee Kwang-soo bikin chemistry dan persona para member disusun ulang, termasuk peran member lama seperti Ji Suk-jin.
Tapi ini juga salah satu istilah yang paling sering disalahgunakan. Tokoh yang punya trauma lalu jadi lembut setelah ketemu orang-orang baik itu namanya berkembang, bukan runtuh. Tetap saja banyak yang teriak kaebung cuma karena "bias aku nggak mungkin begitu." Sebaliknya, kalau sisi tak terduga itu malah disukai, namanya jadi "gap charm" dan nggak ada yang menyebutnya kaebung. Adegan yang sama bisa jadi keruntuhan buat satu orang dan plot twist keren buat yang lain.