K-pop tampil di Pyongyang
April 2018, rombongan seni Korea Selatan manggung di Pyongyang, dan di line-up-nya ada grup idol yang lagi aktif: Red Velvet. Momen langka ketika musik pop duduk di meja diplomasi, dan musim semi yang cuma datang sekali.
Nama resminya panjang banget soal perdamaian dan kerja sama antar-Korea, tapi subjudulnya simpel: “Musim Semi Datang”. Sebelumnya, Orkestra Samjiyon dari Utara sudah tampil di Selatan waktu Olimpiade Musim Dingin PyeongChang, jadi ini kunjungan balasan. Rombongan utama 120 orang terbang 31 Maret lewat rute langsung di atas Laut Kuning dengan pesawat carter bernomor ZE2815, angka 815 diambil dari 15 Agustus, Hari Kemerdekaan Korea. Ada dua show: konser tunggal Selatan di Teater Besar Pyongyang Timur pada 1 April, dan konser gabungan Utara-Selatan bertajuk “Kita Satu” pada 3 April yang memenuhi 12.000 kursi Gimnasium Ryugyong Chung Ju-yung. Tim demonstrasi taekwondo juga dapat panggung sendiri.
Line-up-nya lintas generasi: Cho Yong-pil bersama bandnya, Lee Sun-hee, Choi Jin-hee, Baek Ji-young, YB, Kang San-ae, Jung-in, Ali, pianis Kim Kwang-min, dan Red Velvet, dengan Seohyun dari Girls’ Generation sebagai MC. Red Velvet membawakan Red Flavor dan Bad Boy tanpa Joy, yang lagi syuting drama. Sempat ada keributan kecil karena SM Entertainment katanya baru mengumumkan absennya ke media sehari sebelumnya. Buat beberapa penampil, perjalanan ini personal banget. Lagu debut Kang San-ae bercerita soal orang tuanya yang kabur dari Utara, dan ayah Kim Kwang-min asli Pyongyang. Perpecahan Korea buat mereka bukan berita, tapi sejarah keluarga.
Di malam pertama, Kim Jong-un muncul tanpa pemberitahuan bareng istrinya, Ri Sol-ju. Ini pertama kalinya pemimpin Korea Utara nonton langsung pertunjukan rombongan dari Selatan. Habis show, dia bilang ke para penampil kalau banyak yang penasaran dia bakal datang nonton Red Velvet atau nggak, dan dia sengaja memajukan jadwal dari tanggal 3. Kedengarannya kayak dia membalas berita di Korea Selatan secara langsung, dan Yeri belakangan cerita di wawancara kalau dia memang bilang sudah lihat beritanya. Ternyata, di periode yang sama Direktur CIA Mike Pompeo lagi diam-diam berkunjung ke Utara. Lagu “Penyesalan yang Terlambat” milik Choi Jin-hee kabarnya request langsung dari Kim.
Foto bersama sempat memicu teori kalau posisi Irene di dekat Kim sudah diatur, tapi Choi Jin-hee yang ada di sana bilang semua cuma berdiri di tempat masing-masing setelah salaman. Penonton awalnya kaku banget. Begitu Seohyun menyanyikan lagu Korea Utara “Pohon Willow Hijau”, sorakan pecah, dan lagu penutup “Harapan Kami Adalah Reunifikasi” disambut tepuk tangan meriah.
Di Korea Selatan, MBC yang merekam dan mengedit, lalu tayang 5 April. MBC dan SBS memotong beberapa lagu seperti Bad Boy karena durasi, sementara KBS menayangkan versi utuh dan dapat rating sekitar 15%. Kalau ditambah channel kabel, totalnya hampir 40%. After-party-nya juga jadi legenda. Di Radio Star, Baek Ji-young cerita habis makan malam tertutup dia dan Yoon Do-hyun meracik somaek pakai soju Pyongyang dan bir Taedonggang sampai menjelang pesawat subuh. Makan siang sehari sebelumnya di Okryu-gwan, restoran yang terkenal dengan naengmyeon ala Pyongyang.
Kim mengusulkan sekuel: karena musim semi sudah datang, di musim gugur bikin show “Musim Gugur Telah Tiba” di Seoul. Cho Yong-pil dan Yoon Do-hyun diundang ke jamuan KTT 27 April di Panmunjom, dan janji konser Seoul tertulis di Deklarasi Bersama Pyongyang bulan September dengan tenggat Oktober. Tenggatnya lewat tanpa jawaban dari Utara. Hubungan dua Korea membeku lagi, dan di 2019, waktu AS mencabut bebas visa buat siapa pun yang pernah ke Korea Utara, para penyanyi yang ikut ke sana jadi harus urus visa sendiri.
Show ini punya kehidupan kedua yang nggak direncanakan siapa pun. Menurut para pembelot, konser ini nggak pernah tayang di TV Korea Utara, tapi beberapa bulan kemudian beredar lewat USB selundupan dari Tiongkok dan dianggap tontonan kelas premium. Ada juga yang kesal kenapa elite Pyongyang boleh nonton sementara mereka nggak. Suasana hangat sesaat itu masih terasa di drakor Crash Landing on You yang tayang akhir tahun berikutnya. Dua hari di 2018 ini memperlihatkan sekaligus tetangga seperti apa Korea Utara bagi orang Korea Selatan, dan sejauh mana K-pop bisa menjangkau.